BERBICARA

Sejak kecil berbicara sudah kita lakukan, bahkan berbicara adalah salah satu hal yang kita lakukan setiap hari, pastinya sudah menjadi hal yang biasa. Jalan menuju sukses, baik di bidang sosial maupun profesional, biasanya dapat dilalui lewat bicara. Berbicara merupakan kepandaian manusia untuk mengeluarkan suara dan menyampaikan pendapat dari pikirannya. Tujuan berbicara untuk berkomunikasi, memberitahukan, melaporkan informasi, meyakinkan atau mempengaruhi pendengar atau penerima informasi. Dengan cara itulah kita dapat saling berhubungan dan berbicara menjadi salah satu kenikmatan hidup. Anggaplah setiap percakapan sebagai sebuah kesempatan.

Seringkali kita merasa malu dan takut, bahkan kita lebih baik memilih jalan diam karena takut salah akan apa yang kita katakan. Meloncat keluar pesawat terbang tanpa parasut atau duduk berdekatan dengan orang yang belum pernah kita temui di acara formal, mana yang lebih kita suka? Bila kita memilih jawaban pertama, jangan merasa tak enak, karena banyak yang dari kita yang seperti pilihan pertama wkwkwk. Meskipun kita setiap hari berbicara, sering kali hal itu sulit dilakukan. Entah kita berbicara pada lingkup sosial atau profesional, tidak semua dari kita berani untuk mencoba berbicara bahkan malu dan takut  terasa menyelimuti lebih dulu. Sudah sebaiknya kita berlatih agar bisa bicara dengan baik. Bahkan dikatakan dalam berbicara ada aturan - aturannya ada adabnya, maka dari itu kita harus belajar.

Sebenarnya apakah penyebab susahnya kita berbicara? Malu dan takut kah? Ingatlah bahwa orang yang kita ajak bicara sama malu dan takutnya seperti kita. Maka, nikmatilah pembicaraan. Orang orang akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa kita juga menikmatinya. Buatlah siapapun merasa nyaman.

Cobalah untuk memberanikan diri, tidak ada salahnya  kita mengeluarkan kata kata, perihal benar salah belakangan yang penting berani lebih dulu. Jujurlah, biarkan para pendengar merasakan pengalaman dan perasaan kita. Jujurlah kepada orang orang yang kita ajak bicara dan jadikan mereka bagian dari pengalaman kita. Kontak mata, tidak harus terus terusan menatap orang, banyak orang akan merasa tak enak dan barang kali kita juga. Peliharalah kontak mata saat teman kita berbicara, sesekali boleh untuk memalingkan mata. Asal jangan menatap kosong ke awang awang seolah olah tidak ada siapa siapa disitu. Berbicara kepada hewan piaraan kita hehehe karena hanya hewan piaraan yang tidak akan menyalahkan ketika kita salah dalam berbicara ( loh hewan juga namanya ya ga ngerti boss) hehe.

'' Bicaralah yang baik-baik dan jangan berdusta, lihatlah wajah lawan bicara, jangan memotong pembicaraan orang lain, tunjukkan sikap antusias saat berbicara, belajarlah untuk menghindari perdebatan. Jangan takut untuk berbicara karena tak seorang pun tidak dapat kita ajak bicara, bila kita memiliki sikap yang tepat ''



Sampai sekarang gue masih ingat gimana gak percayanya gue dulu terhadap diri sendiri. Cara bicara gue, komunikasi gue,  bahasa indo yang masih belepotan, pastinya kekurangan gue dalam berbicara membuat aktifitas gue dulu jadi gak efektif, untuk berekspresi saja gak berani, takut akan salah dan di bully. Namun, pada akhirnya Tuhan memberikan takdir terindah untuk gue. Seorang pelajar SMK mendapatkan tawaran bekerja di salah satu Radio. Gak pernah terbayangkan gimana dulu aktifitas sambilan ini sejalan beriringan dengan sekolah, waktu silih berganti tak terasa berlalu begitu saja dengan rutinitas Sekolah dan Radio dengan sangat happy gue jalani tanpa ada rasa beban sama sekali.

Gue sangat bersyukur karena dari Radio gue terlahir menjadi seorang pribadi yang baru, gue menemukan potensi potensi dalam diri gue dan dari sana gue diajari gimana adab dan cara berkomunikasi. I can't forget gimana awalnya gue memulai bicara, gimana tampil jadi lebih berani didepan orang banyak, gimana membuka diri untuk berbicara dengan orang baru, gimana rasanya melawan grogi, gimana rasanya mengudara dll. Cara bicara gue yang terbilang berbeda membuat beberapa orang mengira bahkan sampai sekarang orang orang berfikir bahwa gue bukan orang Minang, persepsi mereka mengatakan kalau gue orang Jawa atau Sunda karena logatnya yang gak ada terdengar Minang sama sekali wkwkwkwk. Saat itu gue juga mendapat gelar Audj Of The Month pertama di Radio, sebuah pengalaman berharga yang gue gak sangka bisa dapatin, loh gimana engga? sosok yang awalnya zero banget berkomunikasi bisa dapat reward.

Ngomong ngomong tulisan ini adalah tentang gue. Gimana insecure yang gue rasain terhadap tidak mumpuninya gue dulu dalam berbicara, pada akhirnya gue bertemu sebuah tempat yang membentuk pribadi gue menjadi sesuatu. Walaupun gue bukan seorang yang mumpuni dalam lingkup profesional namun menjadi sesuatu di lingkup sosial saja sudah membuat gue bersyukur banget. Radio menjadi tempat wadah gue belajar dan berkembang, kalian mungkin juga akan menemukan tempat dengan referensi yang berbeda dimana bisa berkekspresi mencari jati diri kalian, gue yakin dan percaya tiap kita punya proses dan cara belajar yang berbeda.

Yuk, mari mendo'akan sesama agar menjadi lebih baik, semoga kita ga takut lagi berbicara, mengemukakan pendapat, menyampaikan sesuatu sesuai opini dan sudut pandang kita, jikapun salah apa yang kita sampaikan maka itu adalah sebuah pelajaran ''study from the error'' hidup sekali belajar selamanya.

Terima kasih ya sudah mampir dan membaca, gimana menurut kalian tentang opini berbicara? Koment ya

Assalamu’alaikum...

 

 

 

 

 


Komentar

  1. Semoga aku bisa kayak penulis blognya hehehe, semangat terus buat ngeblog dan memotivasi orang2 kak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih dari aku you can do it Yalfa, Semangat untuk kita semua agar terus membaca 😇

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Tadinya susah amat mau komen dah wkwkwk..
    "Ngobrol sama hewan peliharaan" serius aing banget itu mah wkwkwk...
    Writernim megah setia moga" sering" nulis motivasi beginian yup..serius you keren ga pake jaim dah wkwkwk...moga bisa rilis buku juga kali ya pasti makin ketjeh parah💕 but apapun itu sehat dan sukses selalu megah💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tadi beliau sempet chatting dan bilang "mau komen tapi gabisa, kolom komentarnya gak ada" aku dibikin ngakak soalan ini 🤣
      Vinda selalu support me apapun itu, dan gue happy banget bisa kenal sosok kayak Vinda.
      Sehat selalu Vinda makasih ya semangatnya 😇

      Hapus
  4. Uwaaa seorang Kak Mega yang kami kenal handal dalam berbicara saja pasti punya titik insecure dan pengalaman luarbiasa dibelakangnya🤧 so proud of youuu sister!

    Keren banget sampai sekarang udah percaya diri memakai pengeras suara dihadapan para manusia di bumi:")

    Kalau beropini tentang berbicara dihadapan khalayak, menurut kami memang sangat sulit, apalagi jika memikirkan bagaimana pendapat orang..ahh takada habisnya, kan? tp kalau tidak dipaksa dan terbiasa maka tak bisa-bisa.. jadi, ayo usaha saja!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada satu hal yang perlu diingat ketika kita hendak ingin beropini "jangan takut salah" memangnya kalau salah kenapa? namanya juga kita ingin bersuara, soalan benar salah belakangan yang penting berani dulu jangan ciut dulu.
      Kita kebanyakan takut berbicara, padahal gak ada yang salah ketika kita bersuara/beropini, sisi ini baik untuk kita bertumbuh dan upgrade diri sebenarnya.

      Terima kasih Tia sudah mampir dan beri komentar yang positif dan selalu membangun, semoga sehat selalu ❤️

      Hapus

Posting Komentar